Ditutup dengan Bir Istri Semobil Oleh Dahlan Iskan Ternyata sudah diketahui keesokan harinya: bahwa tim Celeng sepakbola remaja itu terjebak dalam gua. Yang tahu pertama adalah pacar Tee. Pemain belakang berumur 16 tahun. ”Ngapain ke gua di musim hujan seperti ini,” ujar pacar Tee. Jawab sang pacar: untuk menambah nyali. Sekalian untuk menandai ulang tahunnya…

Bahagia Walau Gagal Gemuk

Oleh Dahlan Iskan Berat badan saya turun terus. Tinggal 66 kg. Dari 70 kg sebelum operasi. Saya harus melawannya. Dengan makan lebih banyak. Tapi sampai hari ini (14/2) selera makan saya belum pulih. Air liur masih terasa pahit. Seperti umumnya orang yang habis sakit keras yang lama. Saya paksakan untuk makan banyak. Biar pun tidak…

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

Lolos dari Lubang Aorta Dissection Oleh Dahlan Iskan Kembali opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu, yakin itu bisa mengatasi keluhan beratnya tengkuk saya. Soal masih datang-perginya panas, mungkin terjadi infeksi. Di satu atau beberapa titik di  sepanjang saluran darah utama saya yang tercabik-cabik tanpa ketahuan selama 15 hari…

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

Lolos dari Aorta Dissection Oleh Dahlan Iskan Robert Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya. Yang sedang menata barang untuk dibawa ke Singapura keesokan harinya. Malam itu juga saya dipindah ke ICU. Untuk dua malam. Ketika istri dan anak saya tiba, saya sudah di ICU. Sudah bisa bercanda. “Bawa tajin?” canda saya…

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

  Oleh Dahlan Iskan Tibalah saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di rumah sakit Farrer Park Singapura ini. Jam menunjukkan pukul 16:00. Robert Lai dan istrinya berjalan di belakang tempat tidur saya. Setelah naik-turun lift terbacalah  oleh saya tulisan besar: ruang operasi. Robert melambaikan tangan. Juga istrinya. Pertanda mereka hanya…

Hampir Saja Skenario By Pass di Leher

Lolos Dari Lubang Maut Aortic Dissection Oleh Dahlan Iskan Tidak ada jalan lain. Tindakan harus segera dilakukan. Pecahnya pembuluh darah utama saya harus segera diatasi. Saya pun bertanya. Kapan dokter James Wong melakukan tindakan. Saya sudah siap. Baik skenario 1 maupun skenario 2. James Wong terdiam sesaat. “Besok (hari Minggu) saya harus ke Myanmar sampai…

Cara Menulis Reportase

Reportase adalah produk jurnalistik yang paling sederhana. Meski demikian, tidak semua orang bisa membuat reportase yang baik. Reportase yang baik adalah reportase yang memenuhi unsur-unsur 5W + 1H. What, when, where, who, why + how. What: apa yang akan dilaporkan. When: kapan kejadiannya. Where: di mana peristiwanya. Who: siapa saja dalam peristiwa itu. Why: mengapa…

Belajar dari Mantan Marbot

Semasa remaja, pria itu bekerja sebagai marbot sebuah masjid di Cirebon. Dari pekerjaan itulah, dia bisa melanjutkan sekolah. Selepas sarjana, dia menjadi guru di sebuah lembaga pendidikan Islam yang ternama di Jakarta. Di luar pekerjaan mengajar, dia menjadi kontributor sebuah koran lokal Cirebon milik Jawa Pos. Saya bertemu dia tahun 2004. Saat itu saya mengisi…

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu

Oleh Dahlan Iskan Robert Lai menjemput saya di bandara Changi. Meski duduk paling depan saya menjadi penumpang terakhir yang keluar dari bandara. Ini karena saya tidak bisa berjalan cepat. Bahkan saat keluar dari pintu pesawat, di dalam lorong garba rata, saya harus berhenti tiga kali. Posisi garba ratanya agak naik. Maklum pesawat yang saya naiki…

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas

Lolos dari Lubang Aorta Dissection (4) Oleh Dahlan Iskan Setelah anak-menantu-cucu ke Makkah tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat tidur. Mereka terus memonitor sakit saya. Saya bisiki istri agar mengatakan kondisi saya baik-baik saja. Agar tidak mengganggu kekhusukan mereka melakukan umroh. Toh sudah banyak dokter asal Surabaya yang bisa dihubungi setiap…